Senin, 21 Mei 2012

P A N A S SUHU DAN PEMUAIAN


Pengertian : suhu (temperatur) :
1. Menurut Glossary of meteorologi :adalah derajat panas atau dingin yang diukur berdasarkan skala tertentu dengean menggunakanan berbagai tipe termometer.
2. Menurut hukum termodinamika : adalah ukuran energi kinetis rata-rata dari pergerakan molekular.
Pengertian Panas adalah menurut hukum termodinamika yang menyatakan Energi total pergerakan molekuler. Makin besar molekuler mkain tinggi panas yang dihasilkan, tergantung dari : 1. Aktivitaas molekul rata-rata (suhu), 2. massa dan 3. susunan materi. Karena masssa dan susunan adalah tetap maka faktor yang paling menentukan kandungan panas adalah suhu.
TERMOMETRI


Adalah cara penentuan temperatur secara kuantitatif (tidak langsung). Karena pengukuran suhu secara panca indera (kualitatif = langsung) adalah kurang tepat karena mengalami banyak kesulitan dalam hal ketelitian dan batas pengukurannya.
Oleh sebab itu perlu metode-metode pengukuran suhu secara tidak langsung dengan mempergunakan sifat fisis dari benda atau zat yang meliputi beberapa hal:
1). Zat yang dipegunakan; Untuk pembuatan termometer orang telah menggunakan zat padat, cair dan gas karena pada zat-zat tersebut terdapat bermacam-macam sifat fisis.
2). Sifat fisis zat adalah : 2.1). Perubahan volume atau dimensi ; 2.2). Perubahan tekanan. 2.3). Perubahan tahanan listrik. ; 2.4). Beda potensial termo elektris.
2.5). Efek penyinaran.
3). Dapat menyatakan ukuran secara kuantitatif. Penetapan titik definitif sebagai patokan dalam penentuan ukuran temperatur yang mudah diproduksi dengan baik. Dimana pada tahun 1694 seorang ahli fisika (Renaldi) telah menggunakan titik beku (es yang sedang melebur) dan titik didih (air mendidih) dari pada H2O murni sebagai titik tetap.

SKALA SUHU.
Suhu termodinamika, berlambang T, satuannya kelvin, disingkat K, rumus dimensinya diukur dengan termometer gas ideal . Satuan suhu termodinamika atau suhu mutlak dlam sistem SI dibei definisi sedemikian rupa sehingga titik triple air tepat bernilai 273,16 derajat, suhu termodinamika: T3= 273,16 K. titk lebur normal esT0 = 273,15 K titik didih normal = 373,15 K.
Skala suhu lain (non SI) yang masih banyak digunakan ialah akala suhu celcius, Fahrenheit, Rankine. Hubungan sakala suhu pada termometer gas ideal ,termometer celcius, termometer fahreinheit dan termometer rankine.
MACAM – MACAM TERMOMETER.
1. Termometer Cairan Dalam Tabung Gelas.
a). Termometer Air Raksa ( -400C s/d 3500¬C ). Dapat dipertinggi sampai 600 0C dengan menggunakan Nitrogen diatas Air Raksa.
b). Termometer Alkohol ( -103 0C s/d 50 0C).
c). Termometer Toluol ( -180 0C s/d ∞ ).
d). Termometer Pentana ( -200 0C s/d 20 0C ).
e). Termometer Etil alkohol (-115 0C s/d ∞ ).
f). Termometer Pentana dan Toluol ( -90 0C s/d ∞ ).
2. Termometer Gas.
a). Termometer gas Nitrogen ( - 200 0C s/d 1500 0C ).
b). termometer gas Hidrogen ( - 200 0C s/d 500 0C ).
Termometer gas ini dibuat sedemikian rupa dengan volume yang tetap. Sehingga berlakulah P = P0 ( 1 + 0,00366 t ) dimana P = desakan gas dalam ruangan V pada suhu t
P0 = desakan gas – gas mula dalam ruangan V dan suhu O0 C, t = suhu yang dicari dari gas N2 atau H2 dipergunakan gas He.
3. Termometer tahanan.
Termometer tahanan terbuat dari kawat tahanan, misalnya Platina (Pt), Nikolin, Manganin dan lain-lain. Kawat Pt dapat mengukur suhu antara - 2500 C s/d 1760o C dan ketelitiannya dapat mengamati perbedaan suhu sampai 0,001 0 C.
4. Termo Elemen .
Termometer ini diperbuat atas sifat bahwa adanya aliran listrik mengalir dari suatu logam ke logam lain ditempat pertemuan kedua logam itu bila dipanasi. Besarnya arus ini dapat diukur dengan Ammeter . Besarnya arus listrik yang timbul bergantung pada suhu titik pertemuan tadi. Skala suhu itu disesuaikan dengan kekuatan arus.
Macam-macam termo elemen }
a. Termoelemen Cu-Konstantan ( 380 s/d 5000 C )
b) Chromel – Alumel (300 s/d 8500 C )
c Fe – Konstantan ( - 18 s/d 700 0 C )
d Pt-Pt Rodium ( 700 s/d 1600 0 C )
e Nikel Chrom – Cr ( 00 s/d 10000 C )
5. Pirometer :
Macamnya :
1. Pirometer optik. ( 6000 – 60000 C )
Pirometer ini berdasarkan intensitas cahaya yang dipancarkan oleh benda panas yang sedang pijar (nyala).

Penerapan dilakukan pada keadaan kekuatan cahaya dari benda pijar = kekuatan cahaya dari lampu pijar alat itu.

2. Pirometer radiasi total ( 0 0 – s/d 1500 0 C )
6. Termometer Bimetal
Dibuat berdasarkan atas perbedaan muai panjang dari dua plat logam yang keofesien muai panjangnya berbeda. Kedua logam ini ditempatkan menjadi satu invar-kuningan ,atau besi-tembaga . Dempetan dua logam ini betul-betul erat sekali. Biasanya bimetal dipasang melengkung. Ujung yang satu teriikat ujung yang lain dihubungkan dengan roda jarum penunjuk suhu.Pemakaian bimetela semacam ini biasanya pada termograf (Alat pencatat suhu udara) dan juga pada termogram.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar